Wednesday, 19 July 2017

Aku benci

Aku benci
Kenapa aku memimpikanmu semalam
Kita bertemu dalam keluarga besar
Lalu kamu bercerita seolah aku masih jadi orang yang kamu sayang
Tapi aku sadar itu hanya mimpi

Aku benci
Kenapa aku harus bertemu dan mengenalmu
Sampai akhirnya aku mencintaimu
Selalu memikirkan dan mencari saat rindu
Lalu sakit berkali-kali karena kebohonganmu

Kalau aku boleh memohon Tuhan,
Hapuskan semua rasaku untuknya
Rasa sayang, rindu, peduli, benci
Hapuskan saja semua
Lebih baik aku merasa biasa
Seperti aku tak pernah mengenalnya
Aku mohon, Tuhan...

Sunday, 16 July 2017

Ketiga kali

Ini sudah ketiga kali
Mau nunggu berapa kali lagi kamu disakiti?
Mau nunggu berapa kali lagi sampai kamu bisa benci?
Beberapa hari yang lalu cerita putus...
Hari itu juga aku tau dia langsung ketemuan di kotanya ...
Gak ada kabar buatku
Tiba-tiba menghilang

Lalu hari ini,
Dia pasang foto berdua dengan wanita itu di whatsapp...
Apalagi yang kamu tunggu?
Belum cukup sakit hatimu membenci dia?

Sakit rasanya Ya Allah...
Aku dibuat mencintai lagi...
Lalu...
Aku ditinggalkan begitu saja..
Dan...
Aku dibohongi...
Lagi...
Lagi...
Lagi...
Aku benci kamu, empat i.

Thursday, 13 July 2017

Maaf

Maaf...
Untuk pertama kalinya aku memblokir nomor orang
Dan itu kamu
Maaf...
Aku pikir dengan cara ini aku akan bisa melupakanmu
Aku benar-benar benci menunggumu
Aku benci mencarimu
Aku benci merindukanmu

Semoga aku bisa memulai hari tanpa kamu lagi
Meski harus mulai dari awal aku tata hati ini
Lagi...dan lagi

Tuesday, 11 July 2017

Aku harus

Dan saat ini
Aku benar-benar harus melupakanmu
Aku bukan lagi jadi tempat pedulimu
Aku bukan lagi jadi tempat segala kabarmu
Aku bukan lagi jadi tempat manjamu
Aku bukan lagi jadi tempat keluh kesahmu
Maaf kalau aku mengganggu
Aku janji,
Aku tidak akan datang padamu
Semoga kamu benar-benar bahagia dengan hidupmu
Tanpa aku

Sunday, 9 July 2017

Belajar

Aku akan belajar untuk tidak memikirkanmu
Aku akan belajar untuk tidak mencarimu
Aku akan belajar untuk tidak mempedulikanmu
Aku akan belajar menghilang darimu
Kamu bisa terus hidup tanpa gangguanku
Seperti dulu sebelum mengenalku
Aku janji itu

Saturday, 8 July 2017

Tidak perlu lagi

Tidak perlu lagi mengharapkan
Tidak perlu lagi memikirkan
Tidak perlu lagi menghiraukan

Kamu hanya perlu
Bahagiakan dirimu
Kamu hanya perlu
Tersenyum setiap waktu
Kamu hanya perlu
Sibukkan dirimu

Harapan hanya pada Tuhan
Pikiran hanya untuk masa depan
Hiraukan hanya pada hal yang membahagiakan

"Ini adalah terakhir kali kau melihatku. Aku tak kan kembali dan kau bisa melanjutkan hidupmu tanpa gangguanku. Semuanya akan seperti aku tak pernah ada. Aku janji."

Friday, 7 July 2017

Cukup Allah

Rehat sejenak dan renungkan:
*"Keberuntungan"* kadang memainkan perannya dalam kehidupan manusia, bisa sekalipun kerap tidak masuk akal. Karena itulah takdir mereka.

Boleh jadi *keterlambatanmu* dari suatu perjalanan adalah *keselamatanmu*

Boleh jadi *tertundanya pernikahanmu* adalah suatu *keberkahan*

Boleh jadi *dipecatnya* engkau dari pekerjaan adalah suatu *maslahat*

Boleh jadi sampai sekarang engkau *belum dikarunia anak* itu adalah *kebaikan dalam hidupmu*.

Boleh jadi engkau *membenci sesuatu* tapi ternyata itu *baik untukmu,* karena *Allah Maha Mengetahui* Sedangkan engkau tidak mengetahui.

Sebab itu, *jangan engkau merasa gundah* terhadap segala sesuatu yang terjadi padamu, karena *semuanya sudah atas izin Allah*

Jangan *banyak mengeluh* karena hanya akan *menambah kegelisahan.*

*Perbanyaklah bersyukur,  Alhamdulillah*,  itu yang akan *mendatangkan kebahagiaan.*
*Terus ucap alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah*, sampai engkau tak mampu lagi mengucapkannya.

*Selama kita masih bisa tidur tanpa obat tidur, kita masih bisa bangun tidur hanya dengan satu bunyi suara, kita terbangun tanpa melihat adanya alat-alat medis yang menempel di tubuh kita, itu pertanda bahwa kita hidup sejahtera.*

*Alhamdulillah,* *Alhamdulillah,* *Alhamdulillah,* ucapkan sampai engkau tak mampu lagi mengucapkannya.

*Jangan selalu melihat ke belakang karena disana ada masa lalu yang menghantuimu.*

*Jangan selalu melihat ke depan karena terkadang ada masa depan yang membuatmu gelisah.*

*Namun lihatlah ke atas karena di sana ada Allah yang membuatmu bahagia.*

Tidak harus banyak teman agar engkau menjadi populer, *singa sang raja hutan lebih sering berjalan sendirian.* Tapi kawanan domba selalu bergerombol.

*Jari-jari juga demikian; kelingking, jari manis, jari tengah, jari telunjuk, semuanya berjajar bersampingan kecuali jari jempol dia yang paling jauh diantara keempat itu.*

Namun perhatikan engkau akan terkejut kalau semua jari-jari itu *tidak akan bisa berfungsi dengan baik tanpa adanya jempol yang sendiri*, yang jauh dari mereka.

Karena itu, sebenarnya yang diperhitungkan *bukanlah jumlah teman yang ada di sekelilingmu* akan tetapi banyaknya *cinta dan manfaat* yang ada di sekitarmu, sekalipun engkau jauh dari mereka.

Menyibukkan diri dalam pekerjaan akan menyelamatkan dirimu dari tiga masalah; yaitu *kebosanan, kehinaan, dan kemiskinan*

Aku tidak pernah mengetahui adanya rumus kesuksesan, tapi aku menyadari bahwa *rumus kegagalan adalah sikap "asal semua orang  "*

*Teman itu seperti anak tangga*, boleh jadi ia *membawamu ke atas* atau ternyata sebaliknya *membawamu ke bawah*, maka *hati-hatilah anak tangga mana yang sedang engkau lalui.*

Hidup ini akan terus berlanjut baik itu engkau tertawa ataupun menangis, karena itu jangan jadikan hidupmu penuh kesedihan yang tidak bermanfaat sama sekali.

*Berlapang dadalah*, *maafkanlah*, dan *serahkan urusan manusia kepada Tuhan*, karena engkau, mereka, dan kita semua, semuanya *akan berpulang kepadaNya.*

*Jangan tinggalkan sholatmu sekali pun*. Karena di sana, jutaan manusia yang berada di bawah tanah, sedang berharap sekiranya mereka diperbolehkan kembali hidup mereka akan bersujud kepada Allah SWT walau sekali sujud.

*Jangan selalu bersandar pada cinta, karena itu jarang terjadi.*

*Jangan bersandar kepada manusia karena ia akan pergi*.

*Tapi bersandarlah kepada Allah SWT, Tuhan YME, karena Dialah yang menentukan segala sesuatu.*

*Subhanallah wa bihamdihi subhanallah hiladzim.*

Failed.

Gagal sudah apa direncanakan...
Impian ke rakum, tunda sampai waktu yang tak tahu kapan
Selalu begini...
Kamu mengajakku bermimpi,
Lalu lupakan .

Aku bosan Tuhan....
Aku ingin sendirian...
Aku ingin keheningan...
Aku ingin menangis tanpa takut ada yang mendengar
Aku ingin marah tanpa takut ada yang tersinggung
Aku benar-benar ingin sendiri...
Masalah yang mengendap di hati
Ingin sekali aku buang
Jauh....jauh sekali....
Aku lelah, Tuhan...

Monday, 3 July 2017

What should I do

Hari ini...
Allah menuliskan namaku di kabupaten itu
Kabupaten yang sejak awal pilihanku
Tapi,
Aku harus bagaimana?
Senang...
Atau
Sedih?

Kenapa ada perasaan ragu sekarang?
Harusnya, aku bahagia bersama dia di sana...
Mimpi yang selama ini aku tulis akan mudah diwujudkan
Tapi nyatanya,
Aku tidak sebahagia itu
Aku...
Masih memikirkanmu...
Sebagian perasaanku masih tentang kamu...

Air mata pun terjatuh...
Rencana apa yang akan Kau putuskan dalam hidupku...
Beri aku keyakinan hati Tuhan
Siapa yang akan benar-benar menyayangiku...
Dia,
Atau
Kamu...

Sunday, 2 July 2017

Surprising

2 Juli 2018
Awal bulan yang dimulai dengan hal tak terduga
Bertemu kamu hari itu tidak ada dalam rencana
Semua terjadi begitu saja

Perasaanku kembali ke masa itu
2013
Saat pertama kamu datang padaku
Mendekatiku
Sampai akhirnya jalan berdua denganmu
Detak jantung itu masih sama
Entah apa alasannya
Terasa berbeda dengan yang lainnya

Memandang wajahmu
Melihat tingkahmu
Memelukmu
Menggenggam tanganmu
Mendengar kata I love u
Sambil kau ciumi tanganku
Semua kebiasaan itu
Kembali semalam lalu

Kamu,
Meski aku tidak tahu cinta seperti apa yang buatku
Kamu akan selalu aku cinta
Dalam doaku bersamaNya
Sehat selalu...
Dan berbahagialah kamu