Thursday, 28 July 2016

You had my dream

Tuesday, July 26th 2016

Malam ini aku baikan dengan dia
Kekesalanku padanya, aku tepikan
Aku mengalah karena dia ku rindukan...
Ya, malam ini aku sangat merindukan

Aku bersihkan diri, bersiap lewati malam
Aku tutup mata dan terlelap...
Entah berapa lama detik terlewati
Aku terbangun dengan gelisah
Aku bukan mendapati dia di mimpiku...
Aku (lagi-lagi) justru melihat kamu
Kamu yang bahkan tidak aku pikirkan sebelum itu

Dalam mimpiku, aku menghindarimu
Tapi, kamu justru mengejarku...
Aku tidak mampu menahan air mata
Saat kamu mampu hentikan langkah
Dekapan yang pernah tulus ku rasakan di hari itu
Ku rasakan kembali dalam mimpiku
Aku semakin terisak...
Kamu terus mendekap...
Kamu beri ketenangan melalui kening seperti waktu itu

Heyy, hatiku!
Kamu kenapa lagi?
Kapan kamu berhenti memikirkan laki-laki itu?
Kamu bahkan membawa dia ke alam bawah sadarku.
Heyy, hatiku!
Aku tahu dia akan pergi jauh dari negeri ini
Bahkan, sebelum dia bisa menepati janjinya padamu kan?
Sudahlah, hatiku!
Ikhlaskan dia.
Jangan kamu pikirkan lagi.
Kamu harus bahagia ya hatiku?!
Kamu pasti tahu caranya.
Ya, ikhlaskan dan berdoalah untuk kebaikannya di sana..

Kamu, semoga Tuhan senantiasa melindungimu dimana pun kamu...
Semoga Tuhan senantiasa menyehatkan dan membahagiakan kamu...
Aku, tidak pernah menyesal pernah mengenalmu...
Bagaimana pun buruknya kamu, aku akan baik untukmu...

Tuesday, 19 July 2016

Justru kamu

Tuesday, July 19th 2016

Aku kecewa
Aku pasrah
Aku tak mampu menahan air mata
Semua karena laki-laki itu
Tapi, aku justru mengingatmu
Kamu yang pernah memintaku
Untuk tetap tinggal di sampingmu
Kamu yang sampai detik ini tak mampu aku benci
Setiap tangisku, aku memanggilmu
Berharap berbagi risau hati
Berharap mendapat semangat untuk hidup ini
Tidakkah di sana kamu pernah memikirkan aku?
Aku...
Merindumu...

Saturday, 16 July 2016

Teringat

Sunday, July 17th 2016

Duduk... diam.. menunggu...
Mendengar teriakan nama kota-kota
Lalu lalang orang mencari rejeki
Hingga berjalan menyusuri
Kenangan itu bangkit kembali
Kita tertawa...
Tangan saling menggenggam...
Kata-kata manja menenangkan...
Tak terasa mata ini berkaca-kaca..
Menetes sudah...
Seandainya kamu tahu...
Saat itu aku begitu percaya...
Aku begitu tulus melakukan semua...
Tapi setelah hati ini kecewa...
Aku hanya bisa pasrah...
Seburuk apa pun orang berkata tentang kamu...
Aku tidak membencimu...
Aku hanya ingin menjauh...
Karena aku tidak bisa menerima
Aku bukan pilihan mu...

At bus station

Saturday, 2 July 2016

Sabtu kemarin

Dia datang lagi...
Line...
Dia menyapaku dengan salam...
Aku hanya berniat membalas salamnya saja...
Lalu dia balas lagi dengan bla bla bla
Aku hanya read...
Dia kirim pesan lagi...
Aku masih sama..
Hanya read...
Merasa bersalah aku tak mengacuhkannya
Tapi bagaimana lagi, Tuhan?
Kalau aku balas... kami akrab lagi... lalu dia pergi lagi sesuka hati...
Aku yang akan sakit...
Maaf Tuhan...
Aku tidak ingin sebenarnya memutus silaturrahmi ini...
Maafkan aku, Tuhan..
:-(