Kamu,
Ya kamu.
Sesuka hati datang meminta perhatian
Kamu,
Ya kamu.
Tiba-tiba hadir memberi perhatian
Kamu,
Ya kamu.
Selalu begitu lalu menghilang
Friday, 15 April 2016
Kamu
Thursday, 14 April 2016
Sejenak itu mengingatkanku
Terhentak hatiku melihat foto itu...
Ya, itu menyadarkanku
Dialah yang memilikimu
Kamu...
Bukan lagi siapa siapaku
Kamu...
Hanya sebatas teman baikku
Kamu...
Hanya seseorang yang selalu menyayangiku...
Seseorang yang selalu merindukanku...
Ya, itu katamu...
Aku, hanya ingin tetap baik denganmu...
Sambil menunggu takdir yang Tuhan tuliskan untuk kamu dan aku...
Wednesday, 13 April 2016
Masihkah ini cinta?
Wed,April 13th 2016
Mulai menjalin kembali komunikasi yang baik dengan kamu sejak 5 april 2016. Waktu dimana Tuhan, menuliskan namaku dan namamu dalam lembar yang sama. Sebenarnya, perasaan kesal ini masih ada. Tapi, entah kenapa, aku selalu bisa memaafkan kamu. Ya, kamu yang dulu pernah mengecewakanku. Kamu yang selalu bilang masih menyayangiku tapi tidak pernah bisa memperjuangkanku. Karena kenapa? Kamu memiliki dia. Dia yang lebih dulu bersamamu.
Hari ini, saat kamu cerita sedang sakit, aku mengkhawatirkanmu. Aku ingin sekali bilang padamu, ceritakan semua sakitmu padaku. Karena aku (masih) memikirkanmu.
Tuhan, apa aku masih menyayangi dia?
Entah kenapa, aku merasa hanya dia yang akan bisa menerima semua tentangku.
Tapi, aku tidak bisa terus terbawa perasaan ini. Aku punya seseorang di sana yang menantiku. Dan dia pun memiliki seseorang yang mengharapkannya.
Tuhan, apa pun kehendakMu, aku yakin itu yang terbaik. Ku mohon, lindungi dia selalu dalam dekapanMu. Beri dia kesehatan dan keselamatan. Sukseskan hidupnya dengan ridhaMu. Aku rasa aku menyayangi dia dan aku akan simpan ini semua dalam diam.